JANJI (Tere Liye
Tere liye adalah seorang penulis yang bernama asli Darwis dia lahir di Sumatera Utara tepat pada tanggal 21 Mei 1979.seorang penulis handal yang karyanya selalu menjadi best seller, banyak sekali karya dia. Mulai dari buku yang fiksi hingga buku yang menceritakan cerita yang realistis bahkan sampai pernah juga tere liye ini menulis cerita untuk menyindir orang-orang yang suka membajak buku. Akan tetapi kali ini saya tidak membahas semua karya beliau cukup satu karya saja yaitu JANJI. Sesuai dengan judulnya dibuku ini terdapat sebuah pesan pak kyai terhadap santrinya yang bandel, pesan nya itu berbentuk sebuah janji yang mana mereka akan bertemu disurga nanti.
Awal mulai Kisah dalam buku ini akan mengisahkan tiga orang murid yang badung di sekolah agama atau pondok pesantren, dimana suatu ketika pondok pesantren sedang kedatangan seseorang yang penting. Ketiga murid badung tersubur yang bernama Hasan, baso, dan Kharussin ingin memulai ulah dimana ketiganya memiliki ide untuk mengganti gula dengan garam agar minuman teh yang akan dijatuhkan kepada tamu penting bukan terasa manis melainkan asin, namun ternyata tamu penting yang merupakan tokoh yang akan mencalonkan diri sebagai presiden itu tidak memberikan reaksi yang diharapkan dan mengatakan bahwa teh yang diberikan nikmat. Hal tersebut membuat ketiga murid badung itu ada posisi aman dan hal tersebut tidak diketahui oleh siapapun namun pemilik pesantren yaitu Buya atau Kyai mengetahui hal yang dilakukan oleh ketiga murid tersebut. Banyak kenakalan-kenakalan yang diperbuat oleh ketiga murid tersebut dengan tujuan bisa dikeluarkan dari sekolah agama atau pesantren tersebut. Namun Buya atau Kyai tidak ingin mengeluarkan ketiga murid badung karena menurutnya ia memiliki cara-cara untuk memberi mereka pelajaran. Mereka disuruh untuk mencari seorang yang bernama Bahar. Bahar adalah mantan santri pondok tersebut bahar juga sama seperti 3 anak tersebut sering membuat ulah dipondok sampai di benar-benar dikeluarkan dari pondok akan tetapi pak kyai pernah berpesan sebelum si Bahar itu meninggal kan pondoknya.
Novel ini sangat rekomend untuk dibaca karena bahasa yang mudah dicerna, cerita yang mengandung moral agama, serta banyak pelajaran hidup yang dapat diraih seperti seorang Bahar yang awal mulanya dia anak yang nakal yang mana sampai akhir hayatnya dia menjadi orang yang dikenang oleh banyak masyarakat.